Skip to main content

Posts

Assalamu'alaikum Putriku

Assalamu'alaikum putriku Sungguh tak terungkapkan dengan kata Hadirmu memberi arti indah Dan cemas Hati pun campur aduk tidak menentu Putriku, engkau telah datang ke dunia ini Masa depan kami orang tuamu di kaki mungilmu Engkau salah satu penentu akhirat kami Sungguh besar dan beratnya beban ITU Yang akan engkau tanggung seumur hidupmu Jadilah engkau sebagai jalan syurga kami Perempuan yang shalehah Aamiin

Berkunjung ke Ibu Kota [lagi]

Ternyata sudah cukup lama tidak menyentuhkan kaki di ibu kota ini. Sambutan pertamanya adalah merasakan terminal 3 ultimate di bandara soeta. Lumayan luas terminalnya, serasa mirip kuala namu. Tapi masih belum selesai 100% terminalnya jadi belum terlalu rame isinya. Perjalanan dilanjutkan menuju hotel dafam teraskita di kawasan cawang. Hotelnya lumayan bagus secara fasilitas dan pelayanan, tapi kurang dari segi akses menuju lokasinya. Soalnya pas bilang ke supir taxi di sekitar cawang mereka tidak tau kalau ada hotel itu, hahaha. Ternyata hotel baru berdiri beberapa tahun lalu. Jadilah bergantung pada google maps buat penunjuk arah dan untungnya benar-benar spesifik dalam memandu perjalanan. Mungkin karena kota besar kali yah, makanya informasinya detail gitu.

Selamat Jalan Ayah

Sungguh kepergianmu begitu cepat Meninggalkan banyak kenangan dalam rasa Tawamu, senyummu, masih terngiang di telinga Tapi engkau telah meninggalkan kami semua Tenanglah engkau di alam sana Insya ALLAH kami ridha dan ikhlas dengan kepergianmu Mudah-mudahan tempat terbaik dari-Nya Semua dosamu diampuni oleh-Nya Kami anak-anakmu akan selalu mendoakanmu Terima kasih ayah untuk semuanya selama ini Engkau lah guru terbaik bagi kami semua Ilmu yang kau ajarkan akan tetap kami jalankan Lebih lama berpisah dari pada bersama Kata-katamu yang selalu kuingat tribute to: Usman Siregar 27-04-1956 ~ 24-07-2016

Qia, Malaikat Kecil

Sungguh cepat engkau meninggalkan kami Begitu penuh hati ini dengan sesak rasa Kenangan yang telah engkau ukir dalam hari Terpatri abadi dalam perjalanan kami Malaikat kecil kami yang cantik Tenang sudah engkau tinggalkan kami Senyum manismu yang engkau bagi Cukuplah buat engkau hiasi masa kami Kami semua sangat menyayangi engkau Jagalah kami semua dari atas sana Mudah-mudahan kita bisa berkumpul disana Dalam kehidupan yang abadi dari-Nya teruntuk: Hanin Shidqia, putri kami yang telah lebih dulu menghadap ALLAH SWT. 15 Januari ~ 16 Juli 2016

Pertolongan Pertama Jika Kena Siram Air Panas

Hari Sabtu kemarin cukup menegangkan. Yang awalnya hanyalah hal sepele berubah menjadi kecelakaan yang cukup fatal akibatnya. Air panas yang baru diangkat dari kompor buat campuran air mandi anak malah dipakai buat nyiram kaki sendiri, huhuhu. Panasnya itu loh ga nahan. Udah pengen direndam langsung di ember biar cepat dingin, tapi tidak dibolehin sama keluarga yang melihat kejadian itu. Katanya kalau disiram air dingin bakalan bikin kaki bengkak, ada gumpalan mengandung air di kulit. Jadinya nahan panas dulu sampai istri mengambilkan obatnya. Mau tau apa obatnya? Sepertinya mungkin karena saya baru pertama kali kecelakaan seperti ini, jadinya diam aja manut sama istri. Dengan telaten istri mengolesi kaki saya dengan Tomat. Ya betul, obatnya adalah tomat saudara-saudara. Awalnya saya mikir kan tomat itu juga mengandung air, kenapa ga direndam ke air aja langsung biar lebih dingin, jadi lebih cepat gitu. Saya malah dicerewetin sama istri kalau itu nanti malah bikin saya tidak bisa pa...

Hilang setelah seminggu, akhirnya kembali

Minggu-minggu ini merupakan minggu yang cukup melelahkan. Banyak acara keluarga yang harus dipersiapkan dalam waktu singkat.  Sabtu minggu 2 minggu lalu adik resmi melepaskan masa lajang dengan menikahi pacarnya. Kehebohan di rumah tidak bisa dihindari karena persiapan yang sangat mepet dan kurangnya anggota untuk itu. Ditambah lagi kondisi cuaca yang tidak bisa dipastikan hujan atau cerah. Tapi alhamdulillah tetap bisa berjalan lancar. Acara selanjutnya pada hari selasa nya, yaitu acara manukkir namenek alias melihat anak yang baru lahir. Walaupun anak sudah umur 2 bulan lebih, hehehe. Tiap keluarga yang datang membawa kado buat junior dan menggendong sambil mendoakannya. Siangnya semua ikut makan siang bersama dilanjut acara mangkobar dari tiap-tiap pihak yang hadir. Lumayan makan banyak waktu kalau sudah namanya mangkobar. Harus banyak-banyak sabar menunggu sampai selesai. Jadi apaan yang hilang itu? Disinilah dimulai awal ceritanya,  saat sudah tidak ada lagi tamu yang d...