Skip to main content

MPTP : Pembangunan Sistem Informasi Tingkat Keanekaragaman Tumbuhan Vegetasi (Studi Kasus di Tanaman Nasional Way Kambas)

Judul Pustaka

Pembangunan Sistem Informasi Tingkat Keanekaragaman Tumbuhan Vegetasi (Studi Kasus di Tanaman Nasional Way Kambas)

Hasil Karya

Dhyana Nur (G06400026)

Source Link

Sistem Informasi Tingkat Keanekaragaman Tumbuhan Vegetasi ini adalah hasil penelitian dari Dhyana Nur, mahasiswa ILKOM IPB. Penelitian dilakukan di Taman Nasional Way Kambas. Sistem ini dikembangkan dengan metode Siklus Hidup Sistem ( System Life Cycle / SLC ). Sistem ini dibuat untuk mengelola semua data vegetasi yang ada di Way Kambas.

Dilihat dari tujuan pembuatan sistem, sistem yang dikembangkan oleh penulis ini adalah untuk mengubah pencatatan dari konvensional menjadi pencatatan menggunakan komputer. Hal ini akan sangat memudahkan pengguna yang membutuhkan data penyebaran vegetasi yang ada. Sebelum menerapkan pencatatan data dengan komputer, pencarian data akan suatu vegetasi akan memakan waktu yang relatif lama. Inilah masalah yang diangkat oleh penulis dalam skripsinya.

Sistem yang dikembangkan ini memiliki 3 fungsi utama, yaitu fungsi input data, fungsi hasil keluaran ( output ), dan fungsi pencarian data. Fungsi input data digunakan untuk memasukkan karakteristik dari vegetasi yang ingin dikelompokkan. Fungsi hasil keluaran ini disimpan pada database yang telah disiapkan dan menampilkannya kepada pengguna. Fungsi pencarian data untuk mencari lokasi vegetasi pada daerah tersebut.

Sistem diuji dengan metode black-box. Metode black-box adalah pengujian sebuah sistem yang dianggap sebagai "black-box" pada pesawat terbang dimana kita tidak perlu mengetahui struktur yang ada di dalam sistem tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan cara memberikan input kepada sistem dan memperhatikan output yang dihasilkan apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Hasil yang didapatkan adalah sistem bekerja dengan baik dan siap untuk digunakan.

Terlihat dari fungsi yang ada pada sistem, proses pengelompokan vegetasi ini masih belum menggunakan kecerdasan buatan. Dalam pengelompokannya masih memperhatikan kemiripan dari input yang ada tanpa memperhatikan bobot dari tiap karakteristik yang ada. Hal ini akan menyebabkan pengelompokan vegetasi kurang akurat.

Saran buat penelitian berikutnya adalah menggabungkan sistem ini dengan sistem kecerdasan buatan atau dengan SIG. Jika sistem ini digabungkan dengan kecerdasan buatan, diharapkan sistem akan dapat melakukan klasifikasi langsung berdasarkan input yang ada. Sedangkan gabungan dengan SIG akan dapat memberikan gambaran penyebaran sebuah vegetasi pada daerah langsung dengan peta daerah tersebut. Hal ini akan sangat membantu bagi pengguna sistem untuk memanajemen data yang ada.

Comments

Popular posts from this blog

Keanggotaan, Keuntungan, dan Konfigurasi Umum VLAN

Keanggotaan dalam suatu  VLAN dapat dikelompokkan berdasarkan port yang digunakan, MAC address, atau tipe protokol yang digunakan. Berdasarkan Port Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang digunakan oleh VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2,  dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat Tabel 2.1 berikut ini. Tabel 2.1 VLAN berdasarkan port Port 1 2 3 4 VLAN ID 2 2 1 2 Kelemahannya adalah pengguna tidak bisa untuk berpindah-pindah. Apabila harus berpindah maka administrator  jaringan harus mengkonfigurasikan ulang. Berdasarkan MAC Address Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada MAC address dari setiap  komputer yang dimiliki oleh pengguna. Switch akan mencatat semua MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN. Kelebihannya apabila pengguna berpindah-pindah maka dia akan tetap terkonfigurasi sebagai anggota dari VLAN tersebut. Kekurangannya adalah setiap mesin harus dikonfigurasi secara m

Jenis Router, Keutungan, dan Kerugian Router

Ada tiga  jenis router yang biasa digunakan dalam  jaringan komputer , yaitu: Router PC Router PC adalah komputer dengan sistem operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi  dan men-sharing IP Address. Perangkat jaringan (PC) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan oleh sistem operasi tersebut. Contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah semua sistem operasi berbasis client-server, seperti Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan lain-lain. Router Aplikasi Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat di-install pada sistem operasi sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router. Contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, dan WinProxy. Router Hardware Router hardware adalah hardware yang memiliki kemampuan seperti router sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP

Keuntungan dan Kerugian VoIP

Keuntungan VoIP Bertelepon menggunakan VoIP memberikan banyak keuntungan. Yang paling terlihat adalah dari segi biaya yang jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global sehingga untuk hubungan internasional dapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat ditekan karena jaringan suara dan data terpisah, sehingga IP phone dapat ditambah, dipindah, dan diubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang disembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon tradisional yang harus mempunyai port tersendiri di sentral atau PBX. Kelemahan VoIP Begitu banyaknya keuntungan yang ditawarkan oleh VoIP, tetapi masih ada kelemahan-kelemahan yang ditemukan seperti sulitnya mengirimkan fax, perlu jalur internet yang cepat ( biasanya backbone diharuskan menggunakan Fiber Optic ), dan susah untuk menentukan emergency call. Kelemahan jaringan yang menjadi musuh utama dari VoIP antara lain : -      Delay Jaringan yang berbasis atau dengan backbone