Menjadi Target Penipuan

Sebenarnya kejadian ini terjadi kemarin siang ( 14 Agustus 2010 ) sekitar jam 2 siang. Pas lagi enak-enaknya baca, tiba-tiba ada telepon dari nomor yang tidak dikenal. Awalnya mikir itu nomor teman, soalnya semua contact list hilang bersamaan dengan hilangnya HP di kereta pas liburan semester pendek kemarin :(. Oke, saya perhatikan sejenak nomor tersebut dan berharap mengenali nomor itu. Kemudian saya angkat teleponnya dan mulailah percakapan seperti di bawah ini (kurang lebihnya mohon maaf, soalnya ga hapal semua)

Saya : "Halo?"
Penipu : "Halo"

Sampai 3 kali kata halo berulang-ulang saya ucapkan dan penipu tersebut hanya menjawab halo :bingung. Dari logatnya ngomong, penipu ini make logat bahasa Indonesia orang Medan.

Saya : "Ini siapa yah?"
Penipu : "Ini aku bang!"
Saya : "Iya, siapa?"
Penipu : "Ini aku bang, adek abang"

Karena udah mulai ngerasa familiar dengan suara dan logat nya, saya percaya kalau itu adik saya yang selama ini kuliah di Medan. OK, jadinya saya ajak ngobrolnya make bahasa daerah saja, Batak Angkola.

Saya : "Aha dehe i adi?" ( "Ada apa adi?" )
Penipu : "Iya bang, adek abang"
Saya : "Olo, aha na masa? Na sombong ma ho marbahasa Indonesia tu au!" ( "Iya, ada apa? Sombong banget make bahasa Indonesia ngomongnya!" )
Penipu : "Iya bang, ini aku adek abang" (mulai terdengar suara terisak-isak)

Saya berfikir apa sih sebenarnya yang terjadi dengan adik saya ini, kok tidak mau di ajak ngobrol make bahasa Batak Angkola.

Saya : "Olo, aha de lakna! Na ma hua do lakna ho!?" ( "Iya, ada apa!. Kenapa denganmu!?" )
Penipu : "Iya bang, ngebunuh orang aku bang"