Posts tagged ‘Komputer’

MPTP : Pengembangan Prototipe Sistem Autentikasi dan Pendistribusian Kunci Berbasiskan Protokol Kerberos dalam Lingkungan Client-Server

By penulis, April 27, 2010

Judul Pustaka

Pengembangan Prototipe Sistem Autentikasi dan Pendistribusian Kunci Berbasiskan Protokol Kerberos dalam Lingkungan Client-Server

Hasil Karya
Hendra Rahmawan (G06400007)

Source Link

Pustaka ini diambil dari link di atas yang merupakan kumpulan dokumentasi Institut Pertanian Bogor ( Bogor Agricultural University ). Dokumen tersebut adalah hasil karya Hendra Rahmawan, mahasiswa ILKOM yang lulus pada tahun 2004.

Client-server adalah sebuah arsitektur jaringan yang memisahkan antara sisi client ( yang berbentuk aplikasi secara umum ) dengan server yang memberikan layanan. Arsitektur ini makin banyak digunakan untuk komunikasi data dengan jarak yang lumayan jauh. Dibutuhkan suatu sistem keamanan yang menjamin bahwa client yang menghubungi server adalah benar-benar client yang berhak.

Autentikasi adalah pembuktian yang kuat tentang identitas dari suatu entitas. Entitas yang dimaksud adalah unsur-unsur yan menjadi komponen dalam suatu transaksi informasi. Biasanya autentikasi itu menggunakan kombinasi antara username dan password atau menggunakan pengenal lainnya yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Karya ilmiah di atas membahas tentang proses autentikasi user yang ingin menggunakan resource dari server yang ada. Proses autentikasi ini digunakan untuk menjaga keamanan dari server aplikasi. Lingkungan client-server yang kompleks akan membuat proses autentikasi menjadi sulit untuk dilakukan dan akan memberatkan kinerja server. Maka proses autentikasi ini dipisahkan dari server aplikasi menggunakan protokol Kerberos. Dengan pemisahan proses autentikasi dengan aplikasi server, diharapkan server bisa lebih baik menangani permintaan client terhadap aplikasi yang dijalankannya.

Pengiriman data melalui jaringan publik (internet) tidaklah aman. Banyak terjadi serangan-serangan terhadap pengiriman data/pesan dari client ke server atau sebaliknya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan sesuatu yang berharga menurut penyerang tersebut, seperti mendapatkan hak akses root ke server dan pasangan username dan password. Maka dalam proses autentikasi, data/pesan yang ingin dikirimkan dienkripsi terlebih dahulu untuk menyembunyikan data/pesan tersebut.

Protokol kerberos merupakan salah satu protokol autentikasi yang memanfaatkan perangkat-perangkat kriptografik yang di dalamnya menyediakan server autentikasi terpusat untuk melakukan autentikasi dan pendistribusian kunci. Prototipe sistem ini dibangun didasarkan pada protokol kerberos versi 4 menggunakan visual basic. Dari hasil yang terlihat sistem ini bisa melakukan tugas yang diharapkan.

Hasil analisis yang dilakukan oleh penulis menyatakan masih ada kekurangan-kekurangan pada sistem maupun pada protokol tersebut yang butuh pengembangan lebih lanjut. Kesempatan untuk pengembangan sistem ini masih terbuka lebar untuk peneliti yang memiliki minat ke arah keamanan jaringan dan kriptografi.

MPTP : Analisis Algoritme dan Waktu Enkripsi Versus Dekripsi pada Advanced Encryption Standard (AES)

By penulis, April 26, 2010

Judul Pustaka

Analisis Algoritme dan Waktu Enkripsi Versus Dekripsi pada Advanced Encryption Standard (AES)

Hasil Karya
Endang Purnama Giri(G06400030)

Source Link

Advanced Encryption System ( AES ) merupakan suatu algoritma enkripsi yang banyak diterapkan saat ini. AES sendiri adalah pengembangan lebih lanjut dari DES. Hal ini terjadi karena algoritma DES sudah bisa dipecahkan menggunakan komputer yang ada saat ini. AES menggunakan kunci simetrik dalam melakukan proses enkripsi dan dekripsi.

AES dibagi menjadi 3, yaitu AES-128, AES-192, dan AES-256. Angka yang ada pada belakang AES ini menunjukkan panjang bit ciphertext yang dihasilkan per bloknya. Semakin panjang bit yang digunakan untuk melakukan enkripsi, maka semakin tinggi tingkat keamanannya. Hal ini berbanding terbalik dengan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses enkripsi.

Kemiripan dari AES dan DES adalah kedua-duanya menggunakan kunci simetrik. Algoritma yang menggunakan kunci simetrik harus merahasiakan kunci enkripsi dan kunci dekripsinya agar menjamin keamanan pengiriman data/pesan. Apabila kunci tersebut didapatkan oleh pihak luar, maka algoritma ini harus diganti total dengan yang baru. Hal ini terjadi karena dengan memiliki kunci tersebut untuk mengubah pesan biasa menjadi chipertext atau sebaliknya akan sangat mudah.

AES memiliki waktu enkripsi yang lebih cepat dari proses dekripsinya. Hal ini terjadi akibat proses invers memiliki efisiensi yang rendah dan menyebabkan dekripsi AES lebih lambat. Dengan analisis algoritma AES memiliki kompleksitas O(n) untuk enkripsi dan dekripsi pesan. Sedangkan melalui analisis hasil uji yang berdasarkan segi efisiensi, proses enkripsi tidak sama dengan proses dekripsinya.

Pada karya ilmiah di atas membahas tentang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi menggunakan matlab. Kesimpulan yang didapat adalah AES bukan algoritma dengan struktur jaringan feistel seperti pada DES.

MPTP : Pembangunan Sistem Informasi Tingkat Keanekaragaman Tumbuhan Vegetasi (Studi Kasus di Tanaman Nasional Way Kambas)

By penulis, April 26, 2010

Judul Pustaka

Pembangunan Sistem Informasi Tingkat Keanekaragaman Tumbuhan Vegetasi (Studi Kasus di Tanaman Nasional Way Kambas)

Hasil Karya
Dhyana Nur (G06400026)

Source Link

Sistem Informasi Tingkat Keanekaragaman Tumbuhan Vegetasi ini adalah hasil penelitian dari Dhyana Nur, mahasiswa ILKOM IPB. Penelitian dilakukan di Taman Nasional Way Kambas. Sistem ini dikembangkan dengan metode Siklus Hidup Sistem ( System Life Cycle / SLC ). Sistem ini dibuat untuk mengelola semua data vegetasi yang ada di Way Kambas.

Dilihat dari tujuan pembuatan sistem, sistem yang dikembangkan oleh penulis ini adalah untuk mengubah pencatatan dari konvensional menjadi pencatatan menggunakan komputer. Hal ini akan sangat memudahkan pengguna yang membutuhkan data penyebaran vegetasi yang ada. Sebelum menerapkan pencatatan data dengan komputer, pencarian data akan suatu vegetasi akan memakan waktu yang relatif lama. Inilah masalah yang diangkat oleh penulis dalam skripsinya.

Sistem yang dikembangkan ini memiliki 3 fungsi utama, yaitu fungsi input data, fungsi hasil keluaran ( output ), dan fungsi pencarian data. Fungsi input data digunakan untuk memasukkan karakteristik dari vegetasi yang ingin dikelompokkan. Fungsi hasil keluaran ini disimpan pada database yang telah disiapkan dan menampilkannya kepada pengguna. Fungsi pencarian data untuk mencari lokasi vegetasi pada daerah tersebut.

Sistem diuji dengan metode black-box. Metode black-box adalah pengujian sebuah sistem yang dianggap sebagai “black-box” pada pesawat terbang dimana kita tidak perlu mengetahui struktur yang ada di dalam sistem tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan cara memberikan input kepada sistem dan memperhatikan output yang dihasilkan apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Hasil yang didapatkan adalah sistem bekerja dengan baik dan siap untuk digunakan.

Terlihat dari fungsi yang ada pada sistem, proses pengelompokan vegetasi ini masih belum menggunakan kecerdasan buatan. Dalam pengelompokannya masih memperhatikan kemiripan dari input yang ada tanpa memperhatikan bobot dari tiap karakteristik yang ada. Hal ini akan menyebabkan pengelompokan vegetasi kurang akurat.

Saran buat penelitian berikutnya adalah menggabungkan sistem ini dengan sistem kecerdasan buatan atau dengan SIG. Jika sistem ini digabungkan dengan kecerdasan buatan, diharapkan sistem akan dapat melakukan klasifikasi langsung berdasarkan input yang ada. Sedangkan gabungan dengan SIG akan dapat memberikan gambaran penyebaran sebuah vegetasi pada daerah langsung dengan peta daerah tersebut. Hal ini akan sangat membantu bagi pengguna sistem untuk memanajemen data yang ada.

Tentang Search Engine Optimizer ( SEO )

By penulis, April 16, 2010

Semakin banyaknya informasi yang bisa didapatkan dari internet membuat para webmaster berlomba-lomba untuk menjadi posisi paling atas dalam search engine untuk beberapa keyword yang dimaksud. Hal ini lumrah terjadi karena pengguna internet biasanya menggunakan search engine sebagai awal untuk mencari informasi tersebut. Dengan adanya persaingan dalam posisi suatu web/blog di search engine untuk suatu keyword tertentu membuat berkembangnya teknik yang disebut dengan Search Engine Optimizer (SEO).

Sangat banyak sekali teknik Search Engine Optimizer yang bermunculan, mulai dengan memasang meta tag untuk keyword yang diinginkan, mencari backlink sebanyak-banyaknya, dan banyak lagi. Secara garis beras, teknik Search Engine Optimizer itu sendiri ada 2 jenis, yaitu SEO black hat dan SEO white hat. SEO black hat biasanya diidentikkan dengan teknik yang “jahat” atau tidak baik. Ini dikarenakan para webmaster mencoba untuk menguasai sebuah keyword tetapi dengan artikel atau post yang tidak relevan dengan keyword tersebut. Sedangkan unutk SEO white hat, para web master mencoba untuk membuat artikel atau post sebaik mungkin dan unik agar berbeda dengan yang lain yang membuat artikel atau post tersebut mempunyai nilai tersendiri di robot search engine.

Kedua teknik Search Engine Optimizer diatas bisa diterapkan dengan berbagai cara. Banyak sekali artikel-artikel  atau pun postingan blog yang membahas bagaimana cara yang baik untuk mendapatkan posisi teratas di search engine. Untuk saya pribadi ada beberapa teknik yang saya gunakan, yaitu :

  1. Berusaha membuat artikel atau post yang seunik mungkin dengan menggunakan kata-kata sendiri. Bukan tidak boleh melakukan copas dari situs tetangga, tapi hal tersebut tidak baik dan hanya bersifat sementara. Kalau memang “terpaksa” copas, diusahakan untuk diberikan beberapa modifikasi agar membedakan dengan artikel atau post aslinya.
  2. Mencari backlink yang relevan dengan postingan yang ada. Untuk backlink dari situs sendiri saya menggunakan plugin yang sudah ada, Related Post ( YARP ). Untuk backlink dari situs tetangga, mencari web atau blog yang mempunyai topik serupa. Disini bisa dilakukan teknik SEO black hat dan SEO white hat. Dengan SEO black hat, kita secara brutal mencari backlink dari berbagai situs baik itu relevan dengan postingan kita atau tidak. Berbeda dengan SEO white hat, kita secara alami mencari artikel atau posting dari situs tetangga yang relevan.
  3. Memberikan penekanan-penekanan terhadap isi tulisan kita. Hal ini terlihat dari adanya suatu kata atau phrase yang dicetak tebal atau miring.
  4. Jika postingan kita menggunakan gambar, maka jangan lupa untuk memberikan title dan alt dari gambar tersebut yang relevan dengan judul postingan.
  5. Memberikan tag post yang sesuai dengan judul dan topik. Seperti postingan ini, saya memberikan tag “search engine optimizer” dan “SEO”.
  6. Berdoalah agar pengguna internet mampir ke situs anda, hehehehe.

Mungkin itu saja teknik SEO yang saya gunakan untuk situs ini. Masih banyak sekali teknik-teknik yang ada dan bisa dieksplorasi sendiri oleh webmaster. Silahkan mencoba dan mencoba sampai anda menemukan teknik yang benar-benar cocok dengan anda.

IP address v 4 (IPv4) untuk pemula

By penulis, February 28, 2010

IPv4 adalah salah satu cara pemberian alamat kepada perangkat yang terhubung dengan jaringan. Dengan menggunakan sebuah alamat, atau yang sering disebut dengan IP address, sebuah perangkat baik itu komputer, printer, router, dan lainnya bisa dijangkau dari jaringan. IPv4 terbagi dalam beberapa kelas, yaitu :
kelas A = 1-127
kelas B = 128-191
kelas C = 192-223
kelas D = 224-239
kelas E = 240-255
yang umum digunakan adalah kelas A, B, dan C. untuk kelas D dan E disediakan untuk multicast dan percobaan atau penelitian. ada beberapa IP address yang diberi sifat khusus yaitu 127.0.0.1 yang berfungsi sebagai loop back ke perangkat itu sendiri. Ada juga yang disebut dengan IP address private, yang ada pada tiap kelas, yaitu :
kelas A = 10.0.0.0 – 10.255.255.255.255/8
kelas B = 172.16.0.0 – 172.31.255.255/16
kelas C = 192.168.0.0 – 192.168.255.255/24
angka yang berada dibelakang ‘/’ itu menentukan banyaknya bit yang digunakan sebagai bit network yang akan menentukan alamat subnetmask. jika kita sudah bicara tentang subnetmask, akan lebih mudah mencarinya dalam bentuk biner dibandingkan dalam bentuk desimal.
Sebenarnya, IP address itu terdiri dari 32 bit yang dibagi menjadi 4 oktet yang dipisahkan dengan titik. dibawah ini adalah representasi dari tiap kelas dalam bentuk biner
kelas A = 0xxxxxxx.zzzzzzzz.zzzzzzzz.zzzzzzzz
kelas B = 10xxxxxx.xxxxxxxx.zzzzzzzz.zzzzzzzz
kelas C = 110xxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.zzzzzzzz
x melambangkan bit network dan z melambangkan bit host.

beberapa hal yang bisa dicari dengan menggunakan bit network dan bit host

  1. mencari subnetmask
  2. dengan mengetahui berapa banyak bit network yang ada, kita bisa mengetahui subnetmask dari IP address tersebut. cara mendapatkan subnetmask adalah dengan memberikan nilai 1 kepada bit network dan memberikan nilai 0 pada bit host. misalkan bit network diketahui sebanyak 16 bit, maka subnetmasknya adalah
    11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0 ( diubah kedalam bentuk desimal )

  3. mencari network address
  4. hampir sama dengan mencari subnetmask, disini kita membiarkan bit network seperti apa adanya dan semua bit host diberikan nilai 0. misalkan kita punya IP address 192.168.142.60/27. kita ingin mengetahui IP tersebut ada di jaringan yang mana. Caranya adalah sebagai berikut
    ubah IP menjadi bentuk biner
    192.168.142.00111100
    kita tau bahwa tiap oktet itu terdiri dari 8 bit, jadi untuk 3 oktet pertama tidak perlu diubah menjadi bentuk binernya karena hanya akan menghabiskan waktu dan tenaga anda :p. keseluruhan IP address itu terdiri dari 32 bit yang terbentuk dari bit host dan bit network. pada alamat diatas telah diberitahukan bahwa bit network ada sebanyak 27 bit (dilihat dari /27), maka bit host nya adalah 32-27 = 5. jadi 5 bit terakhir akan kita ubah menjadi 0 seperti berikut
    192.168.142.00100000 = 192.168.142.32 (ini adalah network address yang dicari)
    ternyata 192.168.142.60/27 berada pada jaringan 192.168.142.32

  5. mencari broadcast addres
  6. untuk mencari broadcast address, kita melakukan hal terbalik pada saat mencari network address. pada pencarian network address, semua bit host nya dibuat menjadi 0, maka pada pencarian broadcast address ini semua bit host nya dibuat menjadi 1. kita pakai contoh pada pencarian network address diatas
    192.168.142.00111111 = 192.168.142.63 (ini adalah broadcast address yang dicari)

tulisan berikutnya akan membahas tentang subneting.