Archive for ‘Puisi’

Saat Hati Berbisik

By penulis, June 18, 2010

Jikalau hati sudah berbisik
Tiadalah daya tuk pungkiri
Tiada jua jalan tuk bohongi
Karena itu suatu kebenaran

Dengarkan lah suara itu
Jangan pernah acuhkan dia
Walau cuma pelan bisikannya

Hati telah memilih
Tentukan jalan pikiran
Agar hidup lebih damai

Hati bukan Lelucon

By penulis, June 17, 2010

Mungkin hati ini terlalu sayang
Tak bisa terima candaan mu itu
Engkau anggap sebagai lelucon
Ku anggap itu menyakitkan ku

Terlalu lemah nya benteng ini
Mengacaukan isi hati seketika
Hati tidak untuk bahan bercanda
Karena mudahnya tersentuh
Dengan kata dan tindakan sekecil apa pun

Terima Kasih Dinda

By penulis, June 15, 2010

hati ini telah engkau kuasai
jalan pikiranku pun tlah terpengaruh
tiada hari tanpa pikirkan dirimu
apakah engkau memikirkanku disana

detik-detik yang kita lalui bersama
masih teringat indah dalam benakku
yang tak akan terlupa semua kenangan
warna-warni perjalanan hidup kita

terima kasih untuk semua
suka duka yang terasa
ajarkan kita arti berbagi
hidup ini indah karena mu

Perjalanan Kita

By penulis, June 15, 2010

tidak terasa jauh sudah cerita
saat pertama kali kita berjanji
tuk berbagi rasa dalam hati
dalam suka dan duka bersama

walau terkadang kita berselisih paham
hal kecil bisa berbuah pertengkaran
kita bisa tuk lewati semua itu
berusaha tuk dinginkan kepala dan hati
agar semua tidak jadi penyesalan

pertengkaran itu tlah ajarkan kita
tuk lebih mendengar dan memahami
karena kita memang seharusnya begitu
tuk jaga jalinan hati terindah

happy anniversary yang ke 2 buat kita yah dindaku sayang 14 Perjalanan Kita

Cerita Indonesia Ku

By penulis, May 25, 2010

Dengan gagah kau berjalan lantang
Kenakan jas armani mu yang mengkilap
Wajah mu pun tinggi kau tengadahkan
Karena kau sudah di atas sana sekarang

Kau enggan melihat kami ini
Yang ada di bawah mu tak berdaya
Termakan harap akan janji mu
Beri alasan tuk kami pilih akan mu

Apakah kami ini hanya mainan
Yang bisa kau lupakan begitu saja
Saat kau perlu akan kami
Manis janji tingkah mu kepada kami

Ataukah sudah tak ada lagi
Hati nurani dalam diri mu
Telah terrancuni oleh dunia
Pentingkan harta dan tahta mu

Kepada siapakah kami harus menggantungkan asa
Jikalau kalian semua disana hanya tertawa
Terkadang pula kalian berkelahi seperti anak jalanan
Walau sebagian tertidur pulas melihat itu