Archive for May, 2009

Contoh Konfigurasi Switch dan Router buat VLAN

By penulis, May 20, 2009

Dibawah ini adalah contoh konfigurasi sederhana untuk membuat sebuahjaringan yang terdiri dari 4 VLAN dan bisa berkomunikasi antar jaringan melalui bantuan router.

Konfigurasi Switch

Konfigurasi switch disesuaikan dengan kebutuhan jaringan yang ada, yaitu membuat 4 buah VLAN. VLAN-VLAN lainnya bisa ditambahkan sesuai kebutuhan jaringan. Konfigurasi yang dibuat adalah seperti berikut :

  • Membuat VLAN.
    Switch#vlan database
    Switch(vlan)#vlan 10 name VLAN1
    Switch(vlan)#vlan 20 name VLAN2
    Switch(vlan)#vlan 30 name VLAN3
    Switch(vlan)#vlan 40 name VLAN4
    Switch(vlan)#exit
  • Menentukan port sebagai trunk dan setting enkapsulasinya.
    Switch#config terminal
    Switch(config)#interface fastethernet 0/12
    Switch(config-if)#switchport mode trunk
    Switch(config-if)#switchport trunk encapsulation dot1q
    Switch(config-if)#exit
  • Menentukan port untuk tiap VLAN dan port access-nya.
    Switch(config)#interface fastethernet 0/2
    Switch(config-if)#switchport mode access
    Switch(config-if)#switchport access vlan 10
  • Memverifikasi pengaturan switch.
    Switch#show vlan ==> Lihat semua VLAN yang ada.
    Switch#show vlan [number] ==> Lihat VLAN berdasarkan ID.
    Switch#show running-config ==> Lihat hasil konfigurasi.

Konfigurasi Router

Salah satu fungsi dari router adalah meneruskan paket-paket data dari satu jaringan ke jaringan lain. Agar setiap VLAN bisa melakukan komunikasi dengan VLAN lainnya dibutuhkan sebuah router untuk menghubungkannya. Konfigurasi yang dilakukan pada router adalah sebagai berikut :

  • Buat Sub-interface sebanyak VLAN yg telah dibuat.
  • Setting setiap gateway di setiap sub-interface.
  • Setting enkapsulasi sesuai dengan enkapsulasi pada switch.
    Router#configure terminal
    Router(config)#interface fastethernet 0/0
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config)#interface fastethernet 0/0.10
    Router(config-subif)#encapsulation dot1q 10
    Router(config-subif)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
    Router(config)#interface fastethernet 0/0.20
    Router(config-subif)#encapsulation dot1q 20
    Router(config-subif)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
    Router(config)#interface fastethernet 0/0.30
    Router(config-subif)#encapsulation dot1q 30
    Router(config-subif)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
    Router(config)#interface fastethernet 0/0.40
    Router(config-subif)#encapsulation dot1q 40
    Router(config)#ip address 192.168.4.1 255.255.255.0

Protokol dot1Q digunakan untuk menghubungkan VLAN-VLAN yang ada. Penggunaan protokol tersebut karena perangkat switch berasal dari 2 vendor yang berbeda, yaitu Cisco dan Planet. Dot1Q adalah standard industri yang memungkinkan 2 buah switch yang berbeda vendor bisa melakukan trunking untuk menghubungkan VLAN.

Voice over Internet Protocol

By penulis, May 18, 2009

Voice over Internet Protocol atau yang sering disingkat sebagai VoIP merupakan nama lain dari internet telephony. Internet telephony adalah hardware dan software yang memungkinkan penggunaan internet menjadi media transmisi untuk panggilan telepon. Kualitas Internet telephony memang belum sebaik kualitas koneksi telepon langsung dengan teknologi konfensional. VoIP adalah teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video, dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP.

Voice over Internet Protocol

Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon. Terminal akan berkomunikasi dengan gateway melalui telepon lokal. Hubungan antar gateway dilakukan melalui jaringan IP.

Jaringan IP ini dapat berupa jaringan paket apapun, termasuk ATM, FR, Internet, Intranet, atau line E1. VoIP menawarkan transportasi sinyal yang lebih murah, fitur tambahan, dan transparansi terhadap data komputer. Hambatan VoIP saat ini adalah kehandalannya yang masih di bawah telepon biasa dan soal standardisasi yang akan menyangkut masalah interperabilitas.

Tabel dibawah ini memperlihatkan hubungan antara Open System Interconnection (OSI) reference model, protokol-protokol, dan fungsi elemen-elemen jaringan VoIP.

Layer OSI Nama Layer Protokol VoIP 7 Application NetMeeting/Applications 6 Presentation Codecs 5 Session H.323/MGCP/SIP 4 Transport RTP/TCP/UDP 3 Network IP 2 Data Link Frame Relay, ATM, Ethernet, PPP, MLP, and more

7 Tips Menjaga Kesehatan

By penulis, May 15, 2009

Dalam sebuah penelitian di California, Dean Lester Breslow dan Dr. James Enstrom dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unuversitas California Los Angeles menyimpulkan bahwa dengan menuruti 7 buah nasehat kesehatan, umur seorang laki-laki secara rata-rata cenderung bertambah panjang 11 tahun, sedangkan umur seorang perempuan bertambah panjang 7 tahun.

232 7 Tips Menjaga Kesehatan

Nasehat yang dimaksud adalah :

  1. Jangan merokok
  2. Bergerak-badan yang teratur
  3. Hindari alkohol
  4. Lama tidur 7 sampai 8 jam
  5. Jaga bobot badan
  6. Selalu sarapan pagi
  7. Jangan makan di antra 2 waktu makan

Semoga dengan mengikuti nasehat-nasehat di atas, kita bisa lebih menjaga kesehatan kita.

Routing Protocol

By penulis, May 12, 2009

Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagai router. Router-router tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang diterima kepada router lainnya hingga sampai kepada tujuannya. Ada dua jenis routing protocol, yaitu :

Static Routing Protocol

Router disini tidak dikonfigurasi dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan jaringan. Pada protokol ini, jalur yang mengalir melalui data jaringan sudah dideskripsikan secara statik. Jalur-jalur ini dideskripsikan ke dalam router oleh administrator jaringan. Statik router tidak akan mentolerir jika terjadi kesalahan pada konfigurasi yang ada. Jika terjadi perubahan pada jaringan atau terjadi kegagalan sambungan antara dua atau lebih node yang terhubung secara statis, arus lalu lintas tidak akan dirutekan oleh router.

Keuntungan Static Routing

-      Mudah untuk diprediksi dan dipahami untuk jaringan yang berukuran kecil.

-      Sedikit bandwidth yang digunakan antar router.

-      Tahan terhadap gangguan-gangguan jaringan seperti kegagalan routing dan aktifitas spoofing jaringan.

Kerugian Static Routing

-      Memerlukan perencanaan yang matang dan membutuhkan biaya yang sangat mahal untuk manajemennya.

-      Administrator jaringan harus benar-benar memahami internetwork dan penggunaan router serta pengkonfigurasiaan router tersebut.

-      Tidak dapat beradaptasi pada perubahan teknologi topologi jaringan dan kegagalan peralatan.

-      Tidak cocok untuk jaringan dengan ukuran besar.

Dynamic Routing Protocol

Dynamic routing protocol bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di jaringan. Router dengan kemampuan dynamic routing bisa membuat routing table yang dinamis dengan cara mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya. Yang dimaksud dengan dinamis adalah apabila salah satu path atau jalur yang ada mengalami gangguan atau kerusakan peralatan, maka router akan secara otomatis akan mencari ganti dari path yang tidak bisa dipakai lagi. Hal ini akan sangat membantu administrator jaringan dalam manajemen jaringan.

Keuntungan Dynamic Routing Protocol

-      Mempunyai kemampuan untuk mengubah routing table yang ada berdasarkan perubahan yang terjadi pada jaringan.

Kerugian Dynamic Routing Protocol

-      Dalam penyediaan alat lebih mahal.

-      Dibutuhkan kemampuan yang lebih untuk administrator agar bisa melakukan konfigurasi-konfigurasi yang diperlukan oleh router.

Yang termasuk dalam dynamic routing protocol adalah RIP, IGRP, BGP, OSPF dan IS-IS.

Jenis Router, Keutungan, dan Kerugian Router

By penulis, May 12, 2009

Ada tiga jenis router yang biasa digunakan dalam jaringan komputer, yaitu:

  • Router PC
    Router PC adalah komputer dengan sistem operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan men-sharing IP Address. Perangkat jaringan (PC) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan oleh sistem operasi tersebut. Contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah semua sistem operasi berbasis client-server, seperti Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan lain-lain.
  • Router Aplikasi
    Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat di-install pada sistem operasi sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router. Contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, dan WinProxy.
  • Router Hardware
    Router hardware adalah hardware yang memiliki kemampuan seperti router sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP Address. Pada prakteknya router hardware digunakan untuk membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah. Contoh dari router ini adalah router buatan pabrik seperti Cisco dan Planet.

Keuntungan Menggunakan Router

Keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan router pada jaringan adalah :

  • Isolasi trafik broadcast. Kemampuan ini memperkecil beban jaringan karena trafik jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
  • Fleksibilitas. Router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu.
  • Pengaturan prioritas. Router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol.
  • Pengaturan konfigurasi. Router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge.
  • Isolasi masalah. Router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi diisolasi pada LAN tersebut.
  • Pemilihan jalur. Router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antar dua sistem.

Kerugian Menggunakan Router
Kerugian yang terjadi dengan menggunakan router adalah :

  • Tergantung pada protokol. Router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu meneruskan trafik yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan.
  • Biaya. Router umumnya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga throughput yang dihasilkan dapat lebih rendah daripada bridge.
  • Pengalokasian alamat. Dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat jaringan pada sistem itu.
  • Sistem tak terjangkau. Penggunaan routing table statik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.