Keuntungan dan Kerugian VoIP

Keuntungan VoIP


Bertelepon menggunakan VoIP memberikan banyak keuntungan. Yang paling terlihat adalah dari segi biaya yang jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global sehingga untuk hubungan internasional dapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat ditekan karena jaringan suara dan data terpisah, sehingga IP phone dapat ditambah, dipindah, dan diubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang disembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon tradisional yang harus mempunyai port tersendiri di sentral atau PBX.

Kelemahan VoIP


Begitu banyaknya keuntungan yang ditawarkan oleh VoIP, tetapi masih ada kelemahan-kelemahan yang ditemukan seperti sulitnya mengirimkan fax, perlu jalur internet yang cepat ( biasanya backbone diharuskan menggunakan Fiber Optic ), dan susah untuk menentukan emergency call. Kelemahan jaringan yang menjadi musuh utama dari VoIP antara lain :

-      Delay

Jaringan yang berbasis atau dengan backbone Satellite tidak cocok untuk VoIP. Karena delay yang dimilikinya sangat besar, sehingga akan menyebabkan suara kita lama didengar oleh lawan bicara.

-      Jitter

Jitter pada intinya adalah variasi dalam delay. Hal ini terjadi karenan adanya perubahan terhadap karakteristik dari suatu sinyal sehingga menyebabkan terjadinya masalah terhadap data yang dibawa oleh sinyal tersebut.

-      Packet Loss

Packet Loss artinya hilangnya paket data yang sedang dikirimkan. Hilangnya data ini bisa disebabkan karena jitter atau karena adanya permasalahan di perangkat jaringan seperti router yang terlalu sibuk, jalur komunikasi yang terlalu padat penggunanya.

-      Keamanan

Keamanan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam sebuah jaringan. Karena suara berjalan pada jaringan internet, maka tetap akan ada kemungkinan data suara tersebut disadap oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

-      Echo

Echo atau gema yang disebabkan oleh kesalahan perangkat pengirim dan penerima suara dalam mengkonversikan atau mengubah data dari suara menjadi digital atau sebaliknya. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan faktor impedansi dalam rangkaian analog peralatan.